Kisah Nyata Paling Sedih Dari Wanita Mualaf Keturunan China


Kisah Nyata Perjalanan Cinta Sejati Wanita Mualaf Keturunan China Dan Mempertahankan Keyakinannya

Kisah Nyata Paling Sedih Dari Wanita Mualaf Keturunan ChinaKisah nyata ini sangat inspiratif, menggugah kesadaran siapa saja yang mencari kebenaran dan kebahagiaan sejati. Kisah pertamakali di peroleh  Publisher tahun 2006 dan ditulis oleh seorang mahasiswi Teknik Arsitektur Universitas T  kota P (hanya disebut initial saja atau tempat penting Masjid kuno Melayu). Menurut catatan si penulis, kisah ini sesuai dengan penuturan si pelaku.  Dan diterbitkan atas sepengetahuan dan izin pelaku. Lokasi kisah kemungkinan di Pontianak dengan Universitas Tanjungpura atau Palembang dengan Universitas Tridinanti.  Berikut petikan kisahnya (tulisan asli dengan sedikit editing).

Sebelum memulai cerita aku ini, izinkanlah aku untuk memohon maaf bila ada pihak-pihak yang tidak berkenan dengan cerita aku ini, terutama keluargaku. Untuk itu nama-nama orang dan tempat tidak akan aku sebutkan. Aku ucapkan terimakasih untuk Retno (bukan nama sebenarnya) dari Universitas T di kotaku P yang mau menuliskan kisah sejati aku ini.
Semoga kisah sejati aku ini menjadi inspirasi buat orang yang membaca atau mengalami hal yang sama. Semoga Allah SWT selalu melimpahkan rahmat dan Hidayah pada kita semua.

Aku, panggil saja “Mawar”, beurusia 30-an tahun dilahirkan di sebuah pulau di seberang pulau Jawa, di kota P. Aku lahir sebagai anak terakhir dari 4 besaudara. Kakakku pertama dan kedua, laki2, sedangkan yang ketiga perempuan. Kami berasal dari keluarga keturunan dan kami merupakan generasi ke 4 yang sudah menetap di negeri ini. Kakek buyut kami pendatang dari negeri jauh dari seberang di awal abad 20. Keluarga kami memulai bisnis benar2 dari bawah.

Menurut cerita orang tua kami, dulu kakek buyut kami hanya berjualan dengan pikulan bahan kebutuhan pokok seperti gula, garam, beras dll keluar masuk kampong. Usahanya baru berkembang pesat setelah pada tahun2 awal  kemerdekaan, pemerintah pada waktu itu menggalakkan usaha yang dilakukan oleh bangsa sendiri/pribumi.
Waktu itu dikenal istilah Ali Baba. Ali untuk panggilan pribumi, sedangkan Baba untuk warga keturunan seperti kami. Pengusaha pribumi asli diberi kemudahan perizinan usaha, bahkan mengimport dari negara lain, tapi umumnya mereka tidak punya banyak modal. Waktu itu banyak warga keturunan yang banyak modal membeli izin usaha yang diperoleh  pribumi, hingga memudahkan mereka melakukan export import ke negri tetangga (Singapura, Malaysia, Hongkong dll) yang pada waktu itu memang juga dikuasai oleh warga etnis kami.

Singkat cerita, bisnis keluarga kami benar2 menjadi semakin besar dan merambah segala bidang, mulai dari pertambangan, tambang emas, property, perkebunan dll. Boleh dibilang kekayaan keluarga kami sudah diatas rata2 dari orang kaya di negeri ini, above than ordinary rich.
Harta kekayaan kami amat melimpah. Sampai orang tua kami kadang kala risau seandainya kami sekeluarga (tiba2) meninggal sehingga tidak ada yang mengurus harta  sedemikian banyaknya. Untuk itu kami sekeluarga tidak pernah melakukan perjalanan dengan pesawat secara bersama2. Andai kami sekeluarga akan melakukan liburan pada saat dan tempat yang sama, maka biasanya kami dibagi menjadi 2 atau 3 penerbangan, Papa dan mama satu pesawat, dan kami sisanya juga dibagi 2 penerbangan lain. Sehingga apabila terjadi sesuatu musibah, maka akan tetap ada bagian keluarga kami yang masih selamat dan tetap bisa mengurus bisnis dan kekayaan kami.

Aku sengaja cerita panjang lebar tentang keluarga kami, sebab ini akan berhubungan sekali secara emosi dengan kisahku selanjutnya.
Papa lahir dan dibesarkan di pulau ini, selepas SMA beliau melanjutkan sekolah bisnis di negeri H (Hongkong?) sehingga begitu kembali, beliau menjadi businessman handal, dan mempunyai banyak teman bisnis di berbagai negara. Papa orang yang rendah hati, pendiam, bicara terukur dan seperlunya, jarang marah pada anak-anaknya. Sedangkan mama berasal dari pulau lain, dia dulu pernah bekerja pada perusahaan kakek (orang tua papa), sebelum akhirnya bertemu papa dan menikah. Mama orangnya keras, pintar, lincah, banyak pergaulan, sehingga kadang kami berfikir, papa seperti takluk pada mama.

Baca berikutnya >>

Iklan

7 responses to “Kisah Nyata Paling Sedih Dari Wanita Mualaf Keturunan China

  1. Subhanallah… semoga bunda faisal selalu tabah dlm menghadapi cobaan, Allah sungguh maha pengasih lagi maha penyayang. Allah tdk akan membebani hamba nya diluar kemampuan. Bunda faisal… selalu istiqamah dan perbanyak permohonan kepada Rabb…..,semoga kesabaran selalu bersamamu dan Allah selalu melindungi mu…

    Disukai oleh 1 orang

  2. Bu Mawar ini sekarang usianya pasti sekitar 47 tahunan. Semoga tetap tabah menjalani ujian Alloh dan semiga sekarang sudah diberikan jalan terbaik.

    Suka

  3. Asslkm wr wb, Subhanallah. Speechless baca kisah bu mawar ini. Luarbiasa keteguhannya dlm menjalankan dan meyakini iman islamnya. Insha allah ahli jannah. Kisah ini sy sampaikan scr lisan kpd kk laki2 sy yg alhamdulillah mualaf baru2 ini. Beliau menyimak dan hingga dlm bbrp bagian cerita beliau tak kuasa menahan harunya. Baru kali ini sy melihat kk sy sedih hingga menangis berurai airmata. Saat sy tanyakan knp, apa yg membuatnya sedih. Beliau katakan begitu luar biasanya keteguhan imannya pd Allah. Dia pun sedih krn hingga skrg blm bisa menjalankan shalat dan menghafal surat2 pendek spt pengalaman bu mawar. Msh sulit dlm hapalannya. Kisah ini bkn kisah sedih, tp kisah hikmah yg luarbiasa. Terima kasih utk bu mawar yg sudi berbagi kisahnya, semoga istiqomah dan dirahmati Allah SWT. Semoga alm pak faisal khusnul khotimah dan ditinggikan derajatnya. Dan insha allah bagi kita kisah inipun mendatangkan hikmah dan memperkuat akidah, dan yakin bahwa Allah memberi ujian sbg cara mengajarkan kita ttg iman yg benar, aamiin yaa rabbal alamiin. Wasslkm wr wb
    Kuldip S

    Suka

  4. Subhanallah, moga aja pacr sya yg tionghoa jg dpt hidayah sperti kisah ini..
    Amin..

    Suka

  5. Allahummarhamna

    Suka

  6. Barokallohu fiik. Semoga Allah subhanahu wata’ala melimpahkan barokah-NYA kepada ibu dan anak yang sangat penyabar dan teguh pendirian ini.Aamiin.

    Suka

  7. Subhanallah…jihad yang luar biasa, lulus cumlaude pada ujian dengan tema kesusahan, sekarang memasuki tema ujian baru…kesuksesan, semoga tetap istiqomah dan lulus cumlaude juga…. amiiin. Happy Bu Mawar…

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s